Tampilkan postingan dengan label nay. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nay. Tampilkan semua postingan

Minuman Masa Depan

Kamis, 23 Juni 2011

Kanaya masih mimik ASI dan ASIP sampai hari ini, suatu kebahagiaan yang tak terkatakan. Meskipun di awal hidupnya pernah mencicipi sufor, tapi bundanya pantang menyerah untuk bisa terus memberikan ASI untuk Kanaya. Alhamdulillah 6 bulan terlewati, entah bisa disebut sarjana ASI atau tidak, tapi aku sudah berusaha maksimal untuk memberikan hanya ASI saja sampai Kanaya berumur 6 bulan. Gelar ga penting ah, yang penting Kanaya bisa mendapatkan haknya (menghiburdiri.com)


Setelah 3 bulan cuti melahirkan selesai, (ihiks..ihiks...) akhirnya “back to the jungle” lagi deh. Sempat galau apa mungkin bisa istiqomah memberikan ASI sedangkan aku harus kembali jadi WM. Alhamdulillah menemukan milis Asi For Baby yang sangat membantu banget dalam menginformasikan manajemen ASIP. Sebelum masuk kerja, aku dan suami hunting mencari barang-barang yang diperlukan. Cooler bag, botol kaca untuk asip, blue ice, breastpump, dan warmer untuk menghangatkan asip. Tadinya ga tauk sama sekali kalo ASIP itu bagusnya menggunakan botol yang terbuat dari kaca, dan sudah terlanjur beli botol susu biasa sampai beberapa botol. Ternyata botol kaca selain lebih bagus harganya juga lebih murah.


Setiap habis subuh biasanya aku mulai memerah untuk mimik Kanaya di pagi hari. Untuk suhu ruang, asip ini bisa tahan 4 s/d 6 jam, jadi hasil perahan pagi tidak aku masukan ke kulkas. Berangkat kerja jam 7 teng , lengkap dengan gembolan 2 tas. Tas pertama isinya bekal makan siang (makasih mama udah dimasakin ^_*), gelas minum tupperware, 2 atau 3 breastpump, bubur kacang hijau atau cemilan lain, payung (klo kepanasan, kehujanan atau buat nonjok copet...halah), dompet, hape dan lain-lain, pokoke isi tas perempuan lah. Tas yang satunya lagi adalah cooler bag yang isinya 6 botol kaca dan satu buah blue ice. Dua pundak penuh digelayutin 2 tas yang berat-berat. Kalo jalan dilihat dari jauh mirip orang yang minggat dari rumah karena diomelin emaknya...hehehe.

Nah, berhubung setiap hari bawaaanya segambreng gitu, tasku mulai menjerit. Tas favorit yang biasa aku pakai kerja talinya putus. Mungkin karena harga tasnya murah cuma 50 rebu, jadi ga tahan sama bawaan berat. Nah, suami yang jatuh iba melihat tas istrinya compang camping (tsaah...), ngasih hadiah tas yang rada mahalan dikit. Tadinya sempet nolak, sayang aja beli tas mahal gitu, tapi suami rada maksa supaya lebih awet alasannya. Yo wes nurut ajah....eeeehhhh ternyatah cuma tahan 2 bulan bow Talinya ga kuat juga. Sampai akhirnya terpikir apa aku pakai karung aja yah diiket di ranting pohon kek pengembara gituh...wkwkwkw....


Sampai di kantor grubak grubuk sama kerjaan eeeh ga kerasa jam 10, waktunya pumping session kedua. Alhamdulillah bos ngizinin (eh dia ngizinin apa aku paksa ngizinin yaks...) pumping di ruangan kerjaku, yang emang cuma sendirian. Kalo lagi pumping pake yang electric sih bisa tangan satu, tangan satunya lagi nginput!! weeeww. Bunyinya ngooeennggg....ngoooeenngg.... Untuk masalah pumping ini bersyukur banget bisa pumping di tempat yang bersih, baca pengalaman ibu-ibu di milis, mereka rata-rata pumping di toilet lhoh.


Untuk session ke tiga pumping sekitar jam 2 atau kalo lagi bisa ditinggal kerjaannya kadang jam setengah duaan. Nah kalo yang pagi dapet sekitar 130 cc sekali pumping , kalo pumping siang biasanya agak banyakan. Sekarang ngerasa kuantitas asi mulai berkurang, gak kek sebelumnya yang bisa pumping sampai 150 cc. Tapi itu belom seberapa, ada ibu-ibu yang sekali pumping bisa dapet 250cc lho, woooowww.. Pumping sessi terakhir jam setengah limaan dan biasanya hasil pumping jauh lebih sedikit. Gapapa deh yang penting asiku cukup untuk Kanaya. Nenangindiri.com. Jadi, dalam sehari aku bisa dapet kurleb sekitar 350 s/d 400 cc ASIP yang dibagi ke dalam 6 botol. Soale klo dalam satu botol kaca diisi banyak-banyak khawatir ga dihabiskan Kanaya dan akhirnya kebuang...wiiiih sayang banget pumpingnya susah-susah kebuang percuma.


Sampai rumah menjelang magrib, botol-botol ASIP aku susun di kulkas. Hasil pumping jam 10 pagi aku masukan freezer dan sisanya masuk ke rak bawah untuk mimik Kanaya esok hari. Tidak lupa diberi label tanggal pumping. Dengan cara begitu Kanaya tidak full mendapat ASIP yang beku tapi dikombinasi asip yang fresh juga. Besoknya kalo mau mimik, mbahnya Kanaya tinggal masukin botol kaca yang berisi asip ke warmer yang sudah aku stel ke suhu 40 dercel. Cuma lima menit, tuang ke botol susu dan siap dinikmati hangat-hangat. Ssllllrrruuuppp...

Karena kulkasku satu pintu, jadi asip yang di frezer cuma tahan sampai 2 minggu dan yang di rak bawah cuma sampai 24 jam. Pengen beli kulkas 2 pintu yang daya tahan asipnya lebih lama. Tapi tak ada budget yay. Menerima kado kulkas nih dua pintu dua jendela..hehehe


Selama bundanya Kanaya kerja, asip dari kulkas ini yang jadi andalan. Kalo lagi masa Jayanya pernah freezer penuh sama ASIP, sampai ga muat dan punya niatan juga untuk donor asip. Pernah juga karena terlena, ga sadar asip menyusut tinggal 6 botol, waduh paniknya kek pengungsi gunung merapi. Hebooooh. Malam-malam di tengah kantuk dibela-belain pumping supaya bisa kejar tayang. Alhamdulillah belom pernah sampai kehabisan sama sekali. Subhanallah, ketika asip sedang menyusut Kanaya juga menyesuaikan mimiknya ga terlalu banyak.


Alhamdulillah..... cuma bisa ngomong gitu aja selama ini dikasih kemudahan sama ALLAH. Perjalanan masih panjang euy, rencana mo kasih asi dan asip sampai 2 tahun. Aamiin ya Allah. Meskipun kadang jenuh dengan rutinitas pompa memompa, tapi senang karena bisa ngasih Kanaya minuman masa depan yang insya Allah terbaik untuknya. ^_*

mejeng dulu sama gembolan aaah....


Rina thanks to (gaya penerima award kek di tipi-tipi)

  1. Allah SWT, dengan izinNya aku bisa melakukan semua yang tadinya tak pernah terbayang akan bisa.

  2. My beloved hubby , mas Sani untuk dukungannya, tempat curhat dan pijatannya dikala aku kelelahan pumping.

  3. Mama tersayang, untuk masakan dan bubur kacang hijaunya setiap hari

  4. My princess Kanaya, yang selalu menginspirasi dan membuat bunda belajar banyak hal tentang kehidupan ini.

  5. Bosku yang udah ngijinin pumping di ruangan kerja dan teman2 kantor yang pengertian.

  6. Milis AFB, dan para ibuk-ibuk yang ga pelit berbagi ilmu

  7. Tetangga depan rumah, yang kulkasnya bisa dititipin ASIP saat kulkas mau dibersihkan


Makasih...makasih.... (dadah-dadah kek misyunipers)



Kanaya 8 bulan euuyy...

Rabu, 22 Juni 2011

Kanaya genap 8 bulan. Senangnyaaaaaa..... Bb udah naik 4 ons, mayan dah, dari pada waktu 6 bulan sempat turun 1 ons. Sekarang BB Kanaya 7,6 kg, masih terhitung imut sih dibandingn teman seumurannya.

Gpp deh, disyukuri aja, yang penting Kanaya sehat, lincah, aktif, banyak ketawa, (meskipun nangisnya juga banyak), makin pintar ngoceh, udah bisa pok ame ame, udah bisa dadah-dadah kek misyunipers, udah bisa manjat jendela, udah bisa pasang muka jelek kalo lagi diledekin, udah bisa ngambek dan yang penting, udah mulai mau makan meskipun yang nyuapin dengan peluh bercucuran (tsaah...)


Kanaya 8 bulan, bundanya udah mulai rempong nyiapin MPASI tahap selanjutnya. Inilah bulan yang paling semangat, soale jenis makanan yang boleh diberikan Kanaya lebih variatif. Udah mulai buka-buka resep MPASI untuk anak 8 bulan, terutama resep bikin biskuit bayi yang home made. Sebisa mungkin ga pengen kasih makanan Kanaya yang instan-instan, Supaya dari kecil tidak terkontaminasi makanan yang tidak ada manfaat buat tubuhnya.


My little princess..... semoga tetap sehat ya, meskipun udah 8 bulan masih lom ada gigi, tapi bunda tetep takjub liat gusi-gusi Kanaya yang sexy.....hehehe....mmmmmuuuaaahhh..... tang kintang kintang kintung....



sembuh dari bingung puting

Jumat, 29 April 2011

Awal mula sempat agak ragu memutuskan menggunakan dot sebagai media pemberian asip untuk kanaya, Dari berbagai referensi, penggunaan dot bisa menyebabkan bingung putting dan banyak kekurangan yang lain. Tapi pertimbangannya saat itu hanya tidak ingin merepotkan ibuku saat membantu mengasuh kanaya. Pasti sangat menyulitkan memberi asip menggunakan sendok, belum lagi banyak asip yang akan terbuang karena tercecer. Selain itu kanaya juga baru bisa tidur kalo sambil menyusu, nah jadi kurasa botol yang paling tepat, meskipun agak khawatir sama bingung putingnya itu. Awal mula kutinggal kerja, alhamdulillah tidak ada yg perlu dikhawatirkan, sepulang kerja kanaya tetap menyusu dari gentongnya dan siangnya saat aku kerja dia bisa menyusus dari botol dengan asi yang aku perah di kantor.

Beberapa minggu semua lancar-lancar saja, hingga suatu hari kanaya menjerit-jerit saat ingin kususui, dia menolak payudara yang aku sodorkan bahkan mendorongnya dengan tangannya sambil menangis. Tadinya aku tetap memaksa supaya dia mau menyusu langsung, tapi ternyata dia tetap menangis sambil menjerit-jerit. Akhirnya ibuku memberi botol dan kanaya langsung tenang. Duuuuh.... sedihnya, dia lebih memilih botol dari pada bundanya. Akhirnya kekhawatiranku tentang bingung putting terbukti juga. Kalau sabtu ahad aku ada di rumah, pelan-pelan kubiasakan untuk menyusu langsung dari PD ku dan sedikit-sedikit dia mau meskipun pada waktu tertentu tetap minta botol. Tetapi ketika hari senin aku mulai bekerja lagi, mbahnya yang kewalahan karena kanaya tidak mau minum botol. Waduuuh nak..... Hal ini berlangsung selama hampir 2 bulanan, dan aku merasa down, merasa bersalah, dan sering sedih menyaksikan dia kebingungan antara puting dot dan puting ibunya.


Setiap malam sebelum tidur aku selalu membisikkan di telinganya kalimat-kalimat positif, seperti kanaya yang pintar, besok kalo bunda kerja kanaya minum susu dari botol yah, tapi kalo bunda sudah pulang kanaya harus mau minum susu dari bunda.. Dia hanya menatapku dengan tatapan mata polosnya sambil mengenyot dotnya dengan nikmat. HU...hu..hu... kanayaku sayang. Tapi ibuku bilang aku harus bersabar, suatu saat dia pasti akan bisa menyesuaikan diri dan tidak bingung putting lagi.

Alhamdulillah.. ternyata kata-kata ibuku terbukti , sudah hampir seminggu ini kanaya menangis kalo aku datang sore hari karena minta digendong, biasanya aku pangku dan sambil becanda-becanda. Nah, saat dipangku ini dia meraba-raba dadaku dan mulutnya disodorkan ke arah payudara. Hup... buka warung deh bundanya, dan jleb... dia menyusu dengan nikmat. Wuiih, tak terkatakan rasanya, senang banget akhirnya kanaya tidak bingung puting separah sebelumnya. Pada waktu- waktu tertentu saat aku ada ,dia masih sering juga meminta botol tapi lebih sering menyusu dariku langsung. Jadi sekarang kalo pulang kerja tanpa menoleh kesana kemari lagi aku langsung menyambar handuk dan mandi, setelah itu dengan tubuh yang segar bisa segera bermesraan dengan kanaya. Dan tidak ada acara lagi menangis bersama karena masalah bingung putting, moment menyusui pun menjadi lebih eeennndaaaang.......Ternyata semakin hari kamu semakin pintar nak....

28/04/2011

my everything

my everything
kanaya almira hasna. Diberdayakan oleh Blogger.