Kaysan 9 Bulan

Selasa, 06 Desember 2016


Anak lanang udah 9 bulan aja, lagi lucu-lucunya, menggemaskan, dan bikin kangen. Sebelum bunda terlupa inilah beberapa catatan singkat perkembangan Kaysan.

💜 Sudah bisa berdiri sejak usia 7 bulan tapi masih sering goyah dan terjatuh. Di usia 9 bulan ini berdirinya mulai stabil. Paling senang berdiri pegangan tembok, rak buku atau kursi makan sambil ngejilatin kursinya, *hadeeuuuuh. Senang juga berdiri sambil pegangan kakaknya yang biasanya langsung roboh dibuat sandaran adiknya.

💚 Sudah bisa tepuk tangan dan dadah-dadah sambil tertawa tawa senang. Kadang pegang dua benda di tangan kanan dan kiri kemudian dibuat tepuk-tepuk. Tau banget sesuatu yang dilarang tapi tetap dilakukan sambil cengengesan, misalnya ngacak-ngacak nasi di piring atau obok-obok air di gelas, dia lakukan sambil melihat ke arah ayah, bunda, mbah dan tersenyum penuh kemenangan. Kalau kita singkirkan bendanya langsung dikejar sampai dapat lagi.

💙 Senang becanda dan meledek kakak Kanaya. Kalau kakaknya lari menghindar dia kejar terus sambil tertawa. Mainan dilempar kalau kami ambilkan, dilempar lagi, diambilkan, dilempar lagi, dilakukan sambil tertawa tawa. Senangnya yah dek bisa ngerjain orang-orang di rumah.

💛 Bisa bilang nenen sambil bukain kancing baju bunda. ASI tetap jadi favorit, meskipun sekarang tidak banyak lagi nenennya karena sudah MPASI. Kalau menangis disertai dengan jeritan melengking dan sambil mengoceh. Gimana tuh ya nangis tapi sambil ngoceh, bayangin sendiri deh. Hehehe, mirip orang ngomel tapi ditambah rengekan.





💜 MPASI kadang lancar jaya tapi sering juga GTM. Kalau lagi suapin kakak, dia heboh minta jatah juga, akhirnya makanan Kaysan dipindah ke piring kakaknya, baru deh lahap makannya. Oalaaaa.

💚 Paling heboh kalau mbah atau bunda pakai jilbab, nangis kejer minta gendong, dikira mau pergi dia ga diajak bwahahaha. Apalagi bunda mau berangkat kerja, trus dandan di depan dia, dijamin enggak konsen karena merengek minta gendong. Kemarenan nangis kalau bunda kerja sekarang malah ketawa ketawa aja kalau bunda pamitan sambil dadah dadah.

💙 Jadwal imunisasi berantakan gegara batuk pilek sebulan trus nyambung panas tinggi di sekitar kepala sampai punggung karena kecengklak, (bahasa Indonesia kecengklak apa yah). Maklum lagi aktif-aktifnya, antengnya kalau lagi tidur aja.

Alhamdulillah atas perkembangan Kaysan selama ini. Pengawasan harus lebih ekstra karena senang menjelajah wilayah berbahaya. Semoga Kaysan sehat dan makin cerdas ya nak...



 



Kanaya dan 'Sibling Rivalry'

Selasa, 15 November 2016


Sibling Rivalry adalah perasaan tidak nyaman yang ada pada anak berkaitan dengan kehadiran orang asing yang semula tidak ada (dalam hal ini adalah saudara yang dilahirkan oleh ibunya yang dianggap mengancam posisi anak sebelumnya, ditujukan dengan perasaan iri hati) http://www.psychologymania.com/2013/01/pengertian-sibling-rivalry.html


Sewaktu Kanaya belum punya adik, dia sering bilang ingin sekali punya adik. Kadang perut bunda di elus elus, kapan sih aku punya adik bun?. Alhamdulillah beberapa bulan kemudian bunda hamil dan sudah bisa ditebak bagaimana senangnya dia saat tahu akan ada adik yang menemani.

Bunda hamil usia tiga bulan, tiba-tiba dia bilang, bun aku enggak usah punya adik aja, karena nanti kalau aku belajar pasti adik acak-acak kertas dan pensilku. Tapi itu tidak lama, beberapa hari kemudian dia bilang, kapan adik lahir aku sudah enggak sabar pengen ketemu adik. Akhirnya bunda tanya, sebenernya Kanaya ingin punya adik atau tidak ya, dia jawab, pengen banget. Dari beberapa kali perbincangan dengannya, bunda menangkap pemikiran Kanaya bahwa punya adik itu antara menyenangkan dan menyebalkan. Di saat-saat seperti itulah biasanya ayah dan bunda mengkondisikan supaya dia siap menjadi Kakak dan meyakinkannya bahwa kasih sayang juga perhatian ayah bunda tidak akan berubah.

Jreng... jreng... dan si adikpun lahir.

Hari pertama, kedua dan ketiga Kanaya masih takjub dengan keberadaan bayi mungil di rumah kami. Setiap bunda menyusui dia mendampingi, sigap mengambilkan popok, bersikap lebih tenang dan sepertinya sedang memposisikan diri, saya seorang kakak yang melindungi adiknya. Bunda pikir kekhawatiran Kanaya akan iri dengan adiknya tidak terbukti.

Beberapa hari kemudian ternyata drama pun baru dimulai. Kanaya yang sebelumnya mudah diberi pengertian jadi pembangkang. Ngapain sih bunda gendong-gendong adik melulu? Protesnya. Saat bunda minta dia tidak bicara terlalu keras karena si adik sedang tidur, malah volume suaranya ditambah. Kadang dia masuk ke kamar dan cium cium adiknya saat adik terlelap, padahal bunda penuh perjuangan menidurkan adik yang seharian rewel. Kadang dia naik ke kasur dan berlarian di atas kepala adik yang tidur, kalau dilarang dia langsung teriak sekencang kencangnya sambil melempar barang-barang yang ada di dekatnya. Biasanya bisa mandi dan ganti baju sendiri, sekarang minta dimandikan dan dilayani keperluannya. Bunda berusaha sabar tapi kadang kelepasan juga memarahinya.

Sebenarnya bunda sudah memprediksi Kanaya pasti akan cemburu dengan adiknya, apalagi dia biasa sendiri selama lima tahun dan tiba-tiba harus menyaksikan ayah dan bunda membagi perhatian. Untuk mengatasi hal ini ayah dan bunda sudah berbagi tugas. Setiap saat Kanaya selalu didampingi jika bermain atau belajar supaya dia tidak merasa di acuhkan atau kalau bunda sedang mengurus adik, dia selalu dilibatkan. Ayah dan bunda juga lebih sering memeluknya dan memberikan dia perhatian lebih dari biasanya, tapi sepertinya Kanaya belum sepenuhnya mengerti dan masih cemburu dengan adiknya.

Puncaknya adalah saat suatu hari matanya sering berkedip kedip sambil mulutnya dimajukan. Awalnya bunda tidak terlalu memperhatikan serius, mungkin dia memang sedang berekspresi saja dengan wajahnya. Tapi lama kelamaan kok malah makin menjadi seperti jadi kebiasaan. Setiap beberapa menit matanya berkedip kedip lebih cepat sambil mulut dimajukan. Penampilan yang tidak sedap dipandang mata. Beberapa orang yang bertemu juga sudah mulai bertanya, Kanaya kenapa kok jadi agak aneh.

Akhirnya bunda coba browsing dan kaget saat menemukan artikel bahwa anak-anak yang berperilaku seperti itu merupakan salah satu tanda stres. Bunda langsung memeluk Kanaya dengan perasaan sedih. Tidak menyangka bahwa efek dari sibling rivalry ini menyebabkan Kanaya jadi stres. Meskipun ayah bunda sudah berusaha maksimal untuk selalu memberi perhatian lebih sejak adiknya lahir, tapi ternyata hal ini sangat membekas pada dirinya.

Sejak itu bunda lebih perhatian dengannya, sering memeluknya dan selalu mengingatkan dengan lembut saat Kanaya mulai sering mengedipkan mata dan memajukan bibirnya. Bunda juga ajak dia melihat di depan kaca bagaimana wajahnya saat kebiasaan itu muncul. Bunda terus memotivasi bahwa Kanaya pasti bisa menghilangkan kebiasaan ini dengan cara mengelus mata dan bibirnya saat keinginan untuk mengedip ngedipkan mata itu mulai datang sambil berdoa memohon kepada Allah supaya bisa disembuhkan. Alhamdulillah tidak beberapa lama, kebiasaan ini berangsur angsur hilang, dan setelah sebulan Kanaya sudah normal kembali.

Beberapa bulan setelah kejadian itu muncul lagi kebiasaan baru, dia senang memainkan bibirnya. Bibirnya dipegang dengan tangannya lalu dipelintir ke kanan ke kiri, ke atas ke bawah. Apapun aktivitasnya dia tidak lupa memainkan bibirnya, bahkan saat makanpun dia melakukannya. Bunda coba arahkan supaya dia sibuk dengan aktivitas dan menggunakan tangannya tapi tidak berapa lama tangannya kembali memainkan bibirnya. Haduuuuuuhh..... rasanya nyut nyutan kepala bunda. Sepertinya stresnya belum hilang sepenuhnya.

Bunda berusaha tenang dan tidak memarahinya. Khawatir dia jadi tambah stres kalau dimarahi terus. Bunda mulai lagi langkah langkah saat dia punya kebiasaan mengedip ngedipkan mata, dan selalu bunda bimbing agar Kanaya menyembuhkan dirinya sendiri sambil terus berdoa memohon kepada Allah. Mungkin seperti ini adalah hal yang kecil, tapi menurut bunda apapun kesulitannya mau kecil atau besar, kita tetap harus melibatkan Allah. Alhamdulillah, meskipun butuh waktu yang tidak sebentar, kebiasaan ini pun hilang juga.

Sekarang Kanaya sudah lebih baik dari sebelumnya, kadang dalam beberapa hal dia masih iri dengan adiknya. Tapi ayah bunda selalu berusaha terus memberikan pengertian dan perhatian lebih untuknya. Salah satunya dengan mengarahkannya lebih banyak beraktivitas supaya dia tidak banyak diam. Bunda sudah diskusi dengan beberapa teman, sibling rivalry ini memang sulit dihindari, tinggal bagaimana orang tua bisa bersikap dengan bijaksana. Semoga Allah memberikan kemampuan untuk ayah dan bunda menjadi orangtua yang baik yaa...

*Peluk Kanaya



 

my everything

my everything
kanaya almira hasna. Diberdayakan oleh Blogger.