Happy Milad Kaysan

Selasa, 28 Februari 2017


Alhamdulillah Kaysan usianya satu tahun.....

Yeeaaayyy......

usia satu tahun


Cepatnya waktu berlalu, rasanya baru kemarin huru hara mbrojolin anak ini, tau-tau udah setahun aja. Kalau melihat wajahnya, selalu dan selalu rasa syukur itu berloncatan dari bibir bunda. Hanya karena kasih sayang Allah bunda bisa melewati segala kesulitan sebelum dan pasca melahirkan. Ketakutan, rasa khawatir, dan kebingungan terus datang silih berganti mengiringi lahirnya Kaysan. Sampai akhirnya beberapa bulan setelahnya, ujian itu masih datang. Alhamdulillah ya Allah.... bunda bisa melewati semua itu. *elapaermata.

Sekarang anak ini sudah tumbuh dengan tingkah polah yang menggemaskan dan jadi hiburan di keluarga. Ada saja kelakuannya yang memancing tawa. Dia diam saja tanpa ekspresipun tetap membuat ayah, bunda, mbah, kakak gemes pengen uyel uyel.

Alhamdulillah ASI masih lancar jaya belum dikasih tambahan sufor meskipun hasil pumping menyusut tajam. Stok di frezer ngeri ngeri sedap, satu rak masih full, rak lainnnya tinggal ¾ dan stok yang di pintu frezer sudah habis. Hampir setiap hari defisit 3 botol, kejar tayangnya kalau pas weekend, tapi ternyata seringnya malah enggak sempat pumping. Bismillah, entah bagaimana caranya insya Allah bunda bisa berikan Kaysan ASI sampai dua tahun. Aamiin.

Kosa kata lumayan banyak meskipun enggak jelas, yang paling jelas kalau ngomong “ ayah”. Bunda ajaring ngomong “bunda” susah banget

Bunda : ayo Kaysan bilang “bunda”
Kaysan : aaaa....yah.
Bunda : bukan ayah tapi buuuuunda.
Kaysan : aaaa...yah
Bunda : buuuuunnnn daaaaaaaa
Kaysan ; ayah

Dia ngomongnya sambil cengengesan kaya ngeledek bunda gitu. Hadeeeuuuh. Kaysan memang paling suka becanda, kalau kakaknya tidur ditindihin sambil ketawa ketawa ngajak becanda. Kakaknya pasti kesal kalau lagi ngantuk tapi dibangunin Kaysan, dan yang bikin jengkel malah ketawa geli dikirain dia kakaknya nanggepin becandaannya.

Belum bisa berjalan tapi sudah mau mencoba beberapa langkah. Kalau sudah jatuh malas mencoba lagi, tapiii senang banget mendorong kursi, meja, sepeda tanpa bantuan dan itu geraknya cepat sekali. Harus ekstra pengawasan karena biasanya setelah aktivitas mendorong, meja kursi itu langsung dinaiki, kalau berhasil dia berdiri di atasnya atau kalau bosan semua benda itu dibalik. Jadi jangan heran kalau main ke rumah lihat kursi, meja, ember dll dalam posisi terbalik, itu semua hasil karya Kaysan.

Makanannya sudah seperti makanan dewasa, jadi sekarang apa yang dimasak untuk kakaknya, Kaysan ikut makan juga. Sejak usia 10 bulan dia memang sudah tidak mau lagi makan bubur, jadi bunda berikan nasi lembek. Kalau disuapin maunya pegang sendok sendiri dan ngambil makanannya sendiri, kadang malah ngejar ngejar kakaknya sambil bawa sendok dengan maksud mau nyuapin si kakak. Haduuh baiknya si adek. Alhamdulillah belakangan ini sedang lahap makannya kalau bunda agak lama nyuapinnya karena menunggu nasinya tidak terlalu panas dia teriak teriak tidak sabar. Hanya beberapa suap biasanya langsung GTM tapi jeda beberapa menit disuapin lagi yaaa masih mangap.

Alhamdulillah, puji syukur Kaysan aktif dan berkembang dengan baik, semoga makin pintar dan ayah bunda diberi kemampuan oleh Allah untuk bisa mendidikmu dengan baik ya nak....

usia satu tahun



Mencari Sekolah untuk Kanaya

Jumat, 17 Februari 2017

mencari sekolah dasar islam di bekasi

Tahun ini Kanaya akan masuk SD dan bundanya bingung mau masuk sekolah mana. Sempat diskusi dengan ayahnya kepengennya Kanaya bersekolah di sekolah yang ramah anak dan cencunya biayanya terjangkau oleh keuangan kami.

Bunda tertarik sekali dengan sekolah karakter di daerah selatan Bekasi. Basic pengajarannya sebenarnya adalah konsep homeschooling islami yang dipadukan dengan pembinaan karakter . Ada seorang teman yang ketiga anaknya bersekolah di sana. Sewaktu bunda tanya apakah anak-anaknya senang sekolah disana ? Dia cuma jawab, anak-anak saya kadang enggak mau pulang saking betahnya.... waaah.

Dari obrolan dengan teman bunda, akhirnya ayah dan bunda mencoba untuk mencari tau sekolah itu dengan mengunjunginya. Setelah satu jam mencari cari akhirnya bisa bertemu dengan salah satu pengajar . Dan setelah banyak berdiskusi, bunda semakin tertarik menyekolahkan Kanaya di sana, meskipun sekolah ini bukan sekolah formal dan saat kelas 6 nanti siswa ikut ujian persamaan atau menumpang ujian di sekolah lain untuk mendapatkan ijazah SD.

Sebelum mendaftar, ayah dan bunda berdiskusi kembali dan hasilnya ayah kurang setuju karena pertimbangan lokasi yang sangat jauh dari rumah, sedangkan di sekolah itu belum ada fasilitas antar jemput. Awalnya bunda agak kecewa sih karena merasa sekolah itu cocok buat Kanaya. Tetapi setelah dipertimbangkan masak-masak akhirnya  bunda sepakat untuk tidak jadi mendaftarkan ke sekolah karakter itu.

Lanjut mencari sekolah lain. 

Kriterianya adalah sekolah Islam karena pertimbangannya SD itu jadi pondasi untuk anak dan kriteria selanjutnya tidak jauh dari rumah. Sebenarnya ada beberapa alternatif SD Islam yang menjadi incaran. Tapi entah kenapa Ayah dan bunda tertarik dengan sebuah SDIT yang awalnya merupakan sekolah sederhana dan ternyata sekarang banyak peminatnya karena kualitasnya yang baik. Alhamdulillah masih kebagian nomor untuk pendaftaran dan tidak berapa lama langsung calon siswanya di observasi. Orangtuanya juga di interview. Sekolah menekankan, bahwa anak-anak yang diterima sekolah ini adalah anak-anak yang sudah matang dan siap bersekolah. Jadi meskipun dia sudah bisa membaca dan menulis bukan menjadi jaminan bisa diterima.

Waah bunda jadi deg degan apakah Kanaya termasuk kriteria anak yang matang bersekolah, karena kalau dilihat sehari hari kadang dia masih manja dan tidak mandiri. Menunggu hasil pengumuman rasanya perut bunda jadi mules, kok seperti mau sidang skripsi ya... hehehe

Saat pulang dari observasi kemarin, Kanaya bilang suka dengan sekolahnya karena gurunya baik dan temannya banyak, lalu langsung bertanya kapan nih aku ngukur seragamnya. Waduuh sebenarnya jadi beban juga kalau tidak lulus ya. Tapi ayah dan bunda sudah menyiapkan mental Kanaya apabila memang Allah takdirkan Kanaya tidak bisa bersekolah disitu,  kita berusaha maksimal, tinggal berdoa semoga sesuai harapan.

Daaan pengumuman lewat web sekolah pun tiba.....

Alhamdulillah.... Akhirnya Kanaya diterima di sekolah yang ayah bunda pilihkan. Legaa rasanya setelah menunggu dua pekan harap-harap cemas. (terutama bundanya, ga seru kalau enggak ada dramanya :)). Semoga ini menjadi sekolah pilihan terbaik buat Kanaya, memberi banyak keberkahan dan membuatnya tambah semangat bersekolah. 


my everything

my everything
kanaya almira hasna. Diberdayakan oleh Blogger.