Celoteh Kanaya

Selasa, 21 Mei 2013


Ada banyak hal yang sangat bunda rindukan jika sedang berjauhan dengan Kanaya, salah satu diantaranya yaitu celotehnya. Pikiran kusut dan badan yang terasa remuk sepulang kerja, langsung berganti ceria saat mendengarkan dia bercerita tentang banyak hal. Mimik wajah polosnya sering membuat bunda tidak tahan untuk menciuminya.

Ini adalah celoteh Kanaya yang dengan susah payah bunda ingat ingat kembali *maklum faktor U

Tai lalat

Posisi lagi kruntelan berdua di tempat tidur wajah saling berhadapan. Tiba-tiba dia memperhatikan wajah bunda dan memegang tai lalat di pipi.

Kanaya : bunda ini apa
Bunda   : ini namanya tai lalat
Kanaya : hah? Tai lalat? (dia agak bingung)
Bunda   : iya nak, ini tai lalat
Kanaya : ooh... aku kirain ini tai cicak
Bunda   : tai cicak mah ga begini kaliiiii
Kanaya : (ketawa liat bundanya sewot)


Bukan botol susu

Bunda dan Kanaya sedang asyik bermain peran, ceritanya Kanaya jadi bunda yang anaknya masih bayi. Awalnya bunda hanya memperhatikan saja Kanaya sibuk menggendong boneka dan pura-pura memberinya makan. Setelah itu boneka diserahkan ke bunda dan bilang ke bonekanya... cup cup cup... sekarang gendong dulu yaaa sama bunda aku, jangan nangis yaa.... nanti dikasih mimik susu.

Bunda yang mengira ini permainan pura-pura langsung mengambil tempat pensil dan berpura-pura pula menjadikannya sebagai botol susu dan menyusuinya ke boneka. Melihat kejadian in Kanaya langsung cemberut dan berujar... bunda, ini kan tempat pensil, bukan botol susu, emang bunda gak tau......Gubraaak, …...ooh iya ini kan tempat pensil yaaa, ... *langsung merasa terlihat tak berdaya di depan anak karena maluuu...

Ondel-ondel

Bunda sangat melarang Kanaya makan jajanan semacam chiki atau permen meskipun sering juga kecolongan karena pernah diberi oleh tetangga. Tapi biasanya Kanaya selalu gigih merayu bunda supaya memperbolehkannya makan jajanan tersebut.

Kanaya : Bunda, aku boleh ya makan chiki
Bunda : enggak boleh sayang, chiki bisa bikin batuk
Kanaya : Yaah bunda, boleh dooong... (setengah menangis )
Bunda : maaf ya, ga boleh nak....

Beberapa saat Kanaya terdiam dan seperti berpikir kemudian berbicara lagi

Kanaya : bunda bunda, bunda sayang gak sama Naya?
Bunda : sayang doooong, sayang banget
Kanaya : jadi aku boleh makan chiki ?? ( wajah sumringah)
Bunda : tetep enggak boleh
Kanaya : Hyyaaaaaaahhhh...... (cemberut)

Terdiam lagi....

Kanaya : bunda cantiiiik deh
Bunda : alhamdulillah.... (terbang melayang menabrak plafon)
Kanaya : cantik kaya ondel-ondel (sambil pergi meninggalkan bunda)
Bunda : *manyun …..dikirain mau ngejawab cantik kaya Oki Setiana Dewi

Kalau lagi ngambek begini biasanya bunda alihkan perhatiannya, alhamdulillah biasanya enggak terlalu lama.

Beli Lagi

Sore hari setelah mandi, Kanaya melihat temannya Caca keluar rumah dan dia langsung menegur

Kanaya : Cacaaaaa..... mau kemana
Caca     : Aku mau cari ayah aku dulu yaa
Kanaya : emang ayah caca kemana...
Caca     : enggak tauk nih kemana
Kanaya : ilang kali ya ca...
Caca     : enggak tauk
Kanaya : kalo ilang beli aja lagi Ca....

Mbahnya langsung menjelaskan kalau seorang ayah itu tidak bisa dibeli. Dikira sepeda kali yak kalo hilang bisa beli lagi... xixixixi








* Buat kaka Vania, semoga makin cerdas dan solehah ya sayaaaaang





 

Edisi Mandiri

Selasa, 14 Mei 2013

Belakangan ini bunda merasakan banyak perubahan pada Kanaya. Si princess jadi lebih mandiri dari biasanya. Campur – campur sih perasaan bunda antara heran, takjub, terharu dan senang atas pencapaian yang buat bunda sangat luar biasa ini. Apa saja sih yang dilakukan Kanaya sampai bundanya mengharu biru....

  1. Mengambil minum sendiri
Sebenarnya ini sudah dilakukan Kanaya sejak dia bisa berjalan, tapi seringnya air tumpah dan membuat lantai jadi banjir becek. Sekarang setiap haus dia langsung mengambil gelas yang sengaja bunda letakkan di posisi yang terjangkau. Setelah itu menuju dispenser dan mengucurkan airnya sendiri tanpa tumpah. 

Kanaya bisa mengukur sampai batas mana dia berhenti menekan tombol dispenser. Bunda ajarkan jangan menekan tombol merah karena bisa jadi airnya panas, dan hal itu selalu dia ingat. Pernah suatu saat dia melihat bunda mengambil air dari tombol merah, Kanaya langsung melarang, bunda jangan ambil air dari yang merah, itu air panas.

  1. Bermain sendiri
Seperti yang pernah bunda ceritakan sebelumnya, Kanaya sekarang sudah lebih berani bermain ke luar rumah sendiri bahkan belakangan sering tanpa izin. Satu sisi senang karena Kanaya sudah tidak takut lagi berkumpul bersama teman-temannya, tapi sisi yang lain bunda jadi khawatir. Apalagi di televisi banyak diberitakan kejadian yang negatif pada anak-anak seusia Kanaya. Hiiiyy.... parno abis deh. 

Melarang keras Kanaya keluar rumah ternyata bukan solusi yang tepat karena dia juga butuh bersosialisasi. Bermain di rumah dan mengundang teman-temannya juga sering dilakukan, tapi biasanya cepat bosan. Akhirnya setiap Kanaya bermain ke luar rumah sebisa mungkin harus didampingi dan diberi pengertian wajib izin setiap mau keluar rumah.

  1. (Nyaris) Ke mesjid sendiri
Kejadiannya ahad lalu saat hanya ada bunda dan Kanaya di rumah. Ketika azan Zuhur berkumandang, Kanaya bilang, bunda aku mau sholat. Bunda mengiyakan karena biasanya dia langsung mengambil mukena dan sajadah lalu ikut sholat di samping bunda.

Tapi setelah menenteng mukena Kanaya malah pakai sandal dan keluar rumah. Bunda jadi bingung dan bertanya mau kemana, dia jawab aku mau ke mesjid nda. Bunda bengong sebentar mencerna apa yang terjadi :))) kelamaan mikirnya , dari mana sejarahnya si 2,5 tahun ini mau ke mesjid sendirian. Bunda langsung tergopoh gopoh menyusul Kanaya. Jarak rumah dengan mesjid sebenarnya tidak terlalu jauh, tapi untuk anak 2,5 tahun tentu mengkhawatirkan kalau dibiarkan pergi ke mesjid sendirian.

Bunda membujuk Kanaya untuk sholat di rumah, dia malah menangis keukeuh gumeukeuh sureukeuh pengen ke mesjid. Bingung juga bagaimana caranya bernegosiasi dengan Kanaya di tengah – tengah jalan, jam 12 siang,  yang cencu saja aduhai banget panasnya. Akhirnya bunda gendong dan membawanya pulang. Sampai rumah tangisnya masih berlanjut tapi alhamdulillah cepat mereda karena dialihkan perhatiannya.
* pfuuuhh..... elap keringet.

  1. Bisa pipis di toilet sendiri
Biasanya kalau Kanaya bilang , nda aku mau pipis, bunda yang copot celananya dan menggiringnya membawanya ke toilet. Proses cebok dan mengelap dengan handuk kecil masih bunda yang lakukan. Tapi ada suatu kejadian beberapa hari lalu yang membuat bunda terharu. Saat ayah, bunda dan Kanaya sholat Isya berjamaah, Kanaya melepas mukenanya dan bilang , aku mau pipis ah , lalu langsung melepas celananya di hadapan bunda.yang sedang menyelesaikan rakaat terakhir. 

Jujur saja bunda sudah mulai tidak khusyu membayangkan apa yang sedang dia lakukan. Setelah mengucap salam, bunda bergegas ke toilet dan melihat dia sedang pipis dan cebok sendiri. Subhanallah, anak bunda pinter banget deh udah bisa pipis dan cebok sendiri, hati-hati lantainya licin yaa.....yang dipuji senyum-senyum bangga.

  1. Tidak menangis saat bunda pergi
Sebelumnya, setiap pagi Kanaya selalu menangis dan melarang bunda pergi bekerja, kalaupun bunda tetap pergi dia harus ikut. Duh, rasa hati tercabik cabik kalau berangkat kerja ditangisin anak. Seharian di kantor jadi kepikiran dan sering merasa bersalah.

Tapi sekarang Kanaya malah dadah-dadah kalau bundanya pamitan kerja. Syaratnya dia harus dalam keadaan mood yang baik saat bangun tidur, biasanya setelah bermain sebentar bersama bunda, dia bisa dengan ikhlas melepas bunda. Bahkan kadang sering mengingatkan, ayo bunda salim dan pelukan dulu sama naya.... :))

Pernah suatu saat hari ahad sore bunda mau ke Superindo, biasanya mengajak Kanaya, tapi saat itu iseng-iseng bunda bilang, Kanaya di rumah aja ya sama ayah, bunda sebentar doang kok perginya. Bunda sudah mengira dia akan menangis minta ikut, etapi ternyataaaah jawabannya..... ya udah ga papa.... Bunda jadi bengong dan malah bingung. Sepanjang jalan bunda jadi berpikir, satu sisi senang Kanaya sudah mandiri, tapi sisi yang lain kok bunda merasa kehilangan ya, dan di jalan itu bunda hampir saja menangis mengingat Kanaya *inilah dia emak-emak labil.:)))))

Pulangnya bunda tanya ayah apa yang dilakukan Kanaya saat bunda pergi, apakah menangis apakah menanyakan bunda? Jawaban ayah, Kanaya enggak nangis, enggak tanya bunda, malah langsung lari bergabung dengan teman-temannya..... hwaaaaaa... tambah kejer dah bundanya.

Kanaya, permata hati ayah dan bunda, setiap perkembanganmu, seakan memberi peringatan kepada kami, bahwa waktu terus berjalan, dan kami harus siap dengan banyaknya perubahan pada dirimu. Semoga di setiap tumbuh kembangmu ini menjadi media buat ayah dan bunda untuk terus belajar menjadi orang tua yang baik. *ketjup basah pipi Kanaya.










Naik Scoopy Mini (lagi)

Senin, 06 Mei 2013

Kali ini bunda mau posting singkat tentang aktivitas Kanaya...

Dia lagi sueneng banget naik scoopy mini di Mall, bayar 10 ribu bisa muter-muter selama 10 menit. Pernah juga bunda posting disini. Nah, pekan lalu saat bunda ajak ke Bekasi Square dia minta naik lagi, tetep pilih warna pink dan kali ini lebih puas karena tempatnya jauuh lebih luas di bandingkan saat di Hypermall.

Bunda duduk manis aja nungguin Kanaya main, karena dia sudah lebih berani dilepas sendirian. Mbahnya yang melihat video ini , langsung komentar.... beliin dong, biar Kanaya seneng... Errrr.... harganya ya bow lumiyin mihil juga, lagi pula, mau main dimana?, di dalam rumah sempit, di luar rumah jalanan rusak, dan buanyak anak-anak pula, bisa terjadi kerusuhan ajang pertengkaran karena ingin berebutan pinjam, lagipula Kanaya sering bosan sama mainannya. *banyak alasan padahal emang emak medit.

Ya sutralah , kalau lagi kepengen naik motor-motoran ini ajak aja main ke mall, lumayan puas, tempatnya juga luas, dan yang paling penting kantong emaknya aman *kekepin dompet.... *LOL

Ini dia aksi Kanaya


Bermain Sambil Belajar

Jumat, 26 April 2013



Anak seusia Kanaya itu memang lagi senang-senangnya menjelajah dunia yang baru. Apa saja yang ada di sekitarnya selalu memancing rasa ingin tahunya.

Sewaktu bunda membeli FunThinker dua tahun yang lalu, memang dipersiapkan untuk Kanaya saat memasuki usia TK. Tetapi berhubung tempat persembunyian si Fun Thinker ini sudah diketahui oleh Kanaya dan dia bersikeras untuk membukanya, akhirnya bunda perkenalkan satu set metode bermain sambil belajar ini padanya.

Pertama kali membeli Fun Thinker ini saat Kanaya berusia 3 bulan di sebuah mall di Bekasi (Kanaya tidak dibawa), saat itu ayah Kanaya tertarik dan langsung memesannya. Penjualnya menjelaskan panjang lebar cara penggunaannya dan sampai ke pertanyaan, anaknya sudah sekolah bu?, bunda jawab sambil mesem mesem, belum mas, masih usia 3 bulan, si penjual bengong , hah?, sebaiknya ini untuk usia sekolah lho bu, trus bunda jawab, lho emangnya kenapa? Kan nanti anak saya sekolah juga. Penjualnya diem aja, males ngeladenin emak bawel.

Sebenarnya bunda masih belum sreg kalau Kanaya menggunakan Fun Thinker ini, karena dalam level tertentu memang lebih pas digunakan untuk anak usia sekolah, karena tingkat kesulitannya yang lumayan tinggi. Karena ini produk luar, banyak juga materi yang kurang sesuai dengan kultur Indonesia. Untuk level dasar Kanaya masih bisa mengerjakan, meskipun kadang bosan. Dari 10 jilid buku hanya beberapa buku saja yang cocok untuk anak seusia Kanaya.


Akhirnya bunda searching di Google dan menemukan LearningSkill With Ressa (LSWR). Permainan ini sama persis dengan Fun Thinker hanya bedanya papan belajarnya hanya sampai angka 12, materinya lebih mudah dan masih cocok buat anak seusia Kanaya. Bunda lebih sreg dengan LSWR ini karena temanya sesuai dengan kultur Indonesia. Meskipun secara kualitas papan belajar dan bukunya masih lebih bagus Fun Thinker

Waktu memutuskan membeli LSWR ini, bunda mempertimbangkan manfaatnya buat Kanaya. Salah satunya ingin melatih ketrampilan motorik dan mempertajam logika berpikir, tapi masih sesuai dengan usianya. Bunda tidak ingin mengajarkan materi yang berat-berat karena Kanaya masih butuh banyak bermain daripada belajar. Atas pertimbangan ini akhirnya bunda untuk sementara menyimpan Fun Thinker untuk diberikan saat kanaya sekolah, dan mengenalkan LSWR untuknya.

Kanaya semangat sekali belajar dan bermain dengan LSWR ini, meskipun sering tidak sampai selesai. Its Ok, yang penting bunda tidak memaksakan dan Kanaya merasa senang dengan aktivitasnya. Takjub juga sih Kanaya bisa cepat sekali memahami permainan ini. Dia sudah bisa mengerjakan beberapa level dan cenderung meremehkan kalau materinya mudah. Hadeeeuhhh



 

Semoga permata hatinya ayah dan bunda ini, makin cerdas ya nak....








2,5 tahun Kanaya

Sabtu, 20 April 2013


Alhamdulillah tanggal 20 April 2013 ini Kanaya pas banget 2,5 tahun. Penuh rasa syukur bisa menikmati tumbuh kembang Kanaya dari hari ke hari meskipun tidak full seharian. 



Ada beberapa catatan bunda tentang perkembangan Kanaya di usia 30 bulan ini

  1. Masih di terapi Enzym sama Bu Dokter yang baik hati. Saat ini tinggal enzym lemaknya yang masih bermasalah, bulan depan insya Allah kontrol lagi mudah-mudahan hasilnya lebih baik.

  2. Mulai lahap makannya terutama kalau makan bersama teman-temannya. Sekarang bunda juga mensiasati memberikan Kanaya dan teman-temannya cemilan saat bermain di rumah, supaya Kanaya lebih semangat. 

  3. Berat badan naik di bulan ini, alhamdulillah, meskipun belum signifikan, tapi bunda sudah senang karena sebelumnya berat badannya jarang mengalami perubahan. 

  4. Sudah berani main sendiri ke rumah temannya tanpa diantar dan ditunggui meskipun sekarang jadi lebih waspada karena jika pintu lupa dikunci, langsung wuuusss ….. menghilang dari rumah. Bunda sudah ajari kalau mau ke luar rumah harus izin dulu, tapi namapun bocah ya, dengar suara temannya langsung aja lari kepengen main.

  5. Bunda amati Kanaya senang menjadi pengatur saat bermain bersama teman-temannya. Dia yang mengarahkan, …...kamu jadi bapaknya ya, aku jadi ibunya, kamu nanti enggak boleh begini begitu yaa........ Pernah ada temannya yang ngambek dan pulang, Kanaya langsung menangis sambil teriak, cacaaa maapin Naya yaa... ayo caa kita main lagi, maap yaa... maaaaaap


  6. Senang melakukan hal-hal yang ekstrim, misalnya loncat dari ketinggian, jungkir balik, naik lemari buku, ngebut naik sepeda dan menabrakkannya ke dinding. Sampai ngiluuuu rasanya ngeliat atraksi Kanaya.

  7. Lebih mandiri. Sudah bisa pakai baju dan melepaskannya sendiri. Kalau haus ambil gelas sendiri dan mengisi air dari dispenser tanpa tumpah. Kadang kalau lagi bagus moodnya, dia mau membereskan mainannya sendiri sampai rapi.

  8. Senang bercerita tentang suatu kejadian, yang benar-benar terjadi maupun hanya khayalannya saja. Setiap cerita di awali dengan kalimat, ...kan begini nih nda.... si anu bla...bla..bla.. sambil mulutnya maju 5 centi. Gemeees kalau dengerin dia cerita, kepengen ketawa tapi harus ditahan

  9. Bisa menceritakan isi sebuah buku dari melihat gambarnya, kadang ditambah dialog-dialog hasil dari imajinasinya.

  10. Mudah tersentuh perasaannya. Contohnya cerita tentang buntut kucing saat postingan yang lalu dan saat nonton CD yang menceritakan tentang anak yang menangis karena salah paham dengan ibunya. Kanaya ikutan sedih sambil bilang gini ke bunda, ...tuh nda, makanya jangan marah-marah nda, kasihan tuh anaknya..... jiiaaahhh

  11. Sering mengkritik. Pernah bunda bermain peran dengannya, dan pura-pura menjadikan tempat pensil sebagai susu botol bayi, dia langsung protes... bundaaa, itu bukan botol susu, itu tempat pensil. *malu. Kalau lihat ayahnya melempar baju ke dalam ember, ditegur dengan ketus, kok ayah lempar-lempar sih, kan enggak boleh. *ayah mesem-mesem. Kalau bunda makan sambil ngomong langsung komentar, makan itu enggak boleh ngomong , nanti keselek kaya si Sali.... *efek buku Halo Balita

  12. Selalu ingin tahu apa yang dilakukan ayah dan bunda. Kalau ayah lagi ngobrol seru sama bunda tiba-tiba duduk di tengah dan bilang …...ada apa sih....

  13. Sudah hafal Al Fatihah, doa-doa sehari-hari dan doa orang tua meskipun masih ada sedikit kesalahan. Hafal juga beberapa nama binatang dalam bahasa Inggris dan lagi senang nyanyi lagu-lagunya Barney sambil diperagakan gayanya Barney and friends, meskipun belepotan bahasanya. ^___*

Alhamdulillah, …..alhamdulillah ….. alhamdulillah.....

Doa ayah dan bunda selalu untuk Kanaya. Semoga Allah melimpahkan kesehatan, kesolihan, kecerdasan dan keindahan akhlak untuk Kanaya , mmmuuaah.....


 





kanaya almira hasna. Diberdayakan oleh Blogger.