Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan

Mendongeng yuuuk.....

Kamis, 27 Oktober 2011

Semasa lajang, saya termasuk yang tidak suka dengan anak kecil. Di mata saya, anak kecil itu cuma bisa nangis dan ngompol. Berhubung, adik-adik saya cuma berjarak 2 tahun saja usianya, maka saya juga tidak pernah merasakan punya “ädik kecil” karena kami nyaris tumbuh bersamaan. Tetapi ketika berjilbab dan bergabung dalam komunitas orang-orang yang ingin memperbaiki diri, pandangan saya tentang anak kecil berubah drastis, tiba-tiba saya jadi pecinta anak-anak dan sangat tertarik dengan dunianya. Ditambah lagi Rasulullah, panutan saya, ternyata juga pecinta anak-anak kecil.

Ketika menikah, saya berharap Allah segera memberi saya keturunan, tapi ternyata Allah mengabulkannya setelah 4 tahun pernikahan. Dan sejak saat itu hari-hari saya selalu dipenuhi dengan segala hal tentang dunia anak. Ternyata tidak mudah ya, mendidik anak sendiri. Saya sempat khawatir bisa atau tidak ya saya mendidiknya dengan baik. Meskipun saya terbiasa dengan anak-anak karena pernah mengajar di TPA, tetapi tetap saja banyak lika liku yang harus dilalui.

Kanaya, putri kecil saya, sudah setahun sekarang. Aktif luar biasa dan selalu ingin tahu apa saja di sekelilingnya. Kadang kalau saya sudah kewalahan menuruti kemauannya memanjat rak buku, naik-naik ke meja dan merangkak keluar rumah, saya alihkan perhatiannya pada buku-buku dengan gambar penuh warna supaya dia tertarik. Sejak masih berumur 2 bulan Kanaya memang saya biasakan berinteraksi dengan buku, dan sekarang dia terlihat begitu mencintai buku-bukunya.

Setiap hari sepulang kerja, meskipun lelah, saya selalu berusaha meluangkan waktu untuk menceritakan isi beberapa buku pada Kanaya. Saya mendongeng disertai mimik wajah dan gerak tubuh. Misalnya saya sedang bercerita tentang kuda, maka saya melakukan gerakan seolah-olah saya sedang menaiki kuda, atau saya menggerakan tangan seperti mengepakkan sayap, ketika bercerita tentang burung. Bahkan kadang saya sampai merangkak menirukan gaya kucing berjalan. Hehehehe....... Sungguh, lepas segala penat ketika menyaksikan Kanaya tertawa terpingkal-pingkal atau menunjukkan mimik takjub ketika saya bercerita tentang sesuatu yang mengundang antusiasnya.


Yup... kegiatan baru saya sebagai orang tua adalah mendongeng. Sekarang saya tidak saja menceritakan isi buku tetapi saya juga harus mengarang cerita sendiri untuk memerankan tokoh pada empat boneka tangan milik Kanaya. Kadang saya harus bersembunyi di balik tembok sementara boneka-boneka tersebut berdialog. Saya sangat menikmati kegiatan ini dan sepertinya Kanaya juga mulai suka. Setiap saya pulang kerja, dan baru saja membuka pintu, Kanaya langsung menyodorkan buku untuk minta diceritakan atau menyodorkan boneka-boneka tangannya..

Suatu hari, ada teman Kanaya yang usianya sudah 3 tahun main ke rumah, Tiba-tiba Kanaya mengambil buku dan seperti bercerita kepada temannya tentang isi buku, persis seperti yang saya lakukan padanya. Semua mimik dan gerak saya ditirunya. Meskipun dengan suara yang kurang jelas, tapi saya faham dia sedang menirukan kegiatan mendongeng itu kepada temannya. Saya tidak dapat menahan diri untuk tertawa. Yaaah, ternyata memang anak adalah peniru yang hebat.

Mendidik anak, bukan perkara yang mudah, tetapi ternyata juga tidak terlalu sulit. Asalkan kita bisa sabar mengajarkan kebaikan dan memberi contoh yang baik, maka biasanya anak akan mudah menerima ajaran kita. Mendongeng adalah salah satunya. Melalui kegiatan mendongeng ini, dapat merangsang perkembangan bahasa anak, mengasah kreativitas, dan sebagai media menanamkan moral. Tentu kita ingin anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, karena itu,.... yuuuuk mulai mendongeng.

Tulisan ini diikut sertakan dalam give away nya Rumah Mauna dengan tema Anakku Sayang


Fathan, jagoan ciliknya bunda Mauna

Buku-buku Kanaya

Jumat, 14 Oktober 2011

Bunda pernah cerita tentang ketertarikan Kanaya pada buku , terutama buku dengan gambar-gambar berwarna. Setiap melihat buku atau majalah di rak buku, langsung heboh minta diceritakan, kalo bunda, ayah atau mbahnya lagi sibuk dan kurang memperhatikan kemauannya, Kanaya langsung berteriak-teriak dan akan berhenti kalau kami benar-benar fokus menceritakan gambar yang dia tunjuk.

Alhamdulillah , senangnya hati bunda. Memang dari sejak Kanaya belum hadir di tengah keluarga, Bunda sudah mempersiapkan banyak buku untuknya. Buku pertama Kanaya adalah terbitan Pustaka Lebah. Waktu itu pernikahan masih 2 tahun, waktu sholat di mesjid daerah cibubur ada sales yang nawarin buku anak-anak paketan. Tertarik sih karena memang bagus buat melatih kreativitas anak. Kumplit, ada majalahnya, buku-buku ilmu pengetahuan dan buku-buku hard cover dalam bahasa inggris. Harganya lumayan mahal buat kantong bunda, tapi langsung sumringah pas tauk bisa dicicil setahun. Wooowwww.... langsung isi formulir deh. Penjualnya tanya, anaknya umur berapa bunda?, hmmmm..... belom ada, jawab bunda sambil senyum. Optimis aja suatu saat Allah akan memberikan seorang anak pada bunda. Penjualnya agak bingung sama jawaban bunda, tapi tetep aja jualan, hehehehehe....

Kanaya umur 2 bulan, bunda menemukan sebuah buku kain mungil produksi import di baby shop langganan. Langsung beli aja karena sudah nyari lama buku kain untuk mandi yang seperti ini di beberapa baby shop gak pernah ketemu. Harganya murah meriah tapi lumayan lah buat ngenalin buku yang ringan, full colour, dan ga bisa sobek kecuali digunting. Hyyaaa, tante-tantenya Kanaya pada ngakak pas tau Kanaya dibeliin buku kain. Bocah masih banyak nangisnya udah dibeliin buku, komentar mereka. Dasar emak penggila buku. Ah.... cuek ajah, bunda tetep ceritain gambar di buku meskipun Kanaya belum mengerti.^______*

Kanaya umur tiga bulan, bundanya nemu lagi buku bantal dari kain yang super duper kreatif penampakannya di OL shop. Buku ciluuuk Baa, yang bagus buat mengasah perkembangan otak anak. Penuh warna dan bisa di buka tutup kepala, kuping, sayap binatang-binatangnya. Saat sudah bisa didudukan di bouncer, buku ini jadi buku favorit Kanaya, dia sudah mulai tertawa kalau bunda membolak balik buku. Awalnya sih bukunya digigit-gigit tapi lama kelamaan tangannya mulai bergerak ikut membalik lembaran buku.




Urusan buku ternyata bukan monopoli bunda. Ayah Kanaya yang sebenarnya tidak terlalu suka buku, tiba-tiba jadi tertarik sama buku anak-anak. Buku paket tentang membangun keterampilan psikologi otak kiri dan kanan anak dengan cara yang fun, enggak sengaja dilihat saat ada promosi buku di depan giant supermarket. Jadi dalam buku itu diajarkan logika sambil bermain dengan gambar. Waaaah, ayah langsung tanda tangan formulir pemesanan untuk satu paket buku. Sambil isi formulir, penjualnya tanya, anaknya usia berapa tahun pak?, mmmmm... baru 3 bulan..... Hahhh??.... kaget deh tuh yang jual, ternyata memang buku ini untuk anak SD minimal untuk TK. Ayah nyengir aja liat penjualnya kaget, ya ga papa kan, nanti anak saya SD pasti harganya udah ga segini.... siiip deh ayah ….*plokplokplok*

Usia 6 bulan Kanaya sudah sering ikut ke mall kalo bunda belanja bulanan. Pas banget ada obral buku mizan dan menemukan sebuah buku tentang anak muslimah yang selalu berdoa dan bersyukur. Gambarnya lucu dan menarik. Kanaya tambah senang karena di setiap halaman pasti ada gambar kucingnya. Hampir setiap saat selalu minta diceritakan berulang-ulang tanpa merasa bosan. INi jadi buku favorit KAnaya selanjutnya, sampai penampakannya sudah tidak karuan. Dan subhanallah ternyata memang dari buku juga bisa mengajarkan hal-hal positif pada anak. Karena di buku itu ada anak yang selalu cium tangan ayahnya setiap ayahnya kerja, sekarang Kanaya langsung menyodorkan tangan setiap ayah mau berangkat atau pulang kerja. Duuuh.... pinter nih anak bunda...


Nah, buku terbaru Kanaya baruuu aja dateng, masih di dalem kardus, belom sempet beres-beres. Buku paket Halo Balita ini pesan lewat mba Lidya dengan diskon yang lumayan. Tertarik beli karena kertasnya tebal, jadi enggak gampang sobek dan isinya tentang kegiatan anak-anak balita sehari-hari. Ditambah lagi dapet bonus boneka tangan, bikin Kanaya ketawa-ketawa pamerin giginya yang baru ada dua.



Sekarang ruang tamu jadi tambah berantakan, karena semua buku minta diturunin dari rak. Maklum rumah RSSSSSSS ( S nya banyak bener maaak...), ga punya ruang khusus bermain, jadi dari teras, ruang tamu sampai dapur, berceceran buku-buku, majalah dan kertas kertas punya Kanaya. Rak buku bunda juga udah mulai penuh sama buku-buku Kanaya, terpaksa majalah-majalah bunda dimasukin kardus biar irit tempat.

Semoga minat Kanaya sama buku berlanjut terus sampai besar ya nak.... karena bunda dan ayah berharap, Kanaya mendapat banyak hal dari buku. Dari buku, Kanaya bisa melihat dunia, mengoptimalkan otak, mengasah kreativitas dan menambah kecerdasan. Aamiin...


my everything

my everything
kanaya almira hasna. Diberdayakan oleh Blogger.