Tampilkan postingan dengan label give away. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label give away. Tampilkan semua postingan

Ikutan March Give Away

Jumat, 30 Maret 2012

Jalan-jalan ke beberapa blog rata-rata isinya tentang partisipasi mereka di March Give Away nya mba Vina. Bunda Kanaya langsung tertarik untuk ikutan karena memang suka banget dengan Flaper Craft. Dulu waktu masih muda (sekarang udah tuir) sering bikin kartu - kartu atau kreativitas dari kertas. Makanya saat tau hadiahnya "PaperQuilling Kit" langsung deh ngeces liurnya tertarik, sampai mata lupa ngedip saking kepengennya heheheh lebay....


ini dia penampakan hadiahnya 



terdiri dari 1 jarum quilling, 1 gunting, 1 lem putih, 1 pinset, 8 pak kertas quilling 5mm, kertas emboss, kertas buat card, tag

Rencana kalau nanti rezekinya menang (ngareup.com) pengen buat macem2,  salah satunya menghias foto albumnya Kanaya. Tapiii kalo misalnya enggak menang yaaaa emang udah takdirnya ga menang... hehehe. Its Ok yang penting senang udah bisa berpartisipasi di give awaynya mba Vina yang lagi ndut karena hamil ini. Bunda Kanaya doakan semoga kehamilan lancar dan sehat sampai nanti melahirkan ya mbak...



Postingan ini diikutsertakan pada March Giveaway yang diselenggarakan Mbak Vina


Cinta Seorang Bunda

Kamis, 15 Maret 2012



Menjadi seorang bunda adalah pilihan yang paling menyenangkan. Status terindah dari segala macam status yang ada pada diri saya. Tidak bisa diungkapkan perasaan ini saat Kanaya memanggil, unda... untuk pertama kalinya dari bibir mungilnya, kemudian memeluk dan menciumi wajah saya dengan tatapan mata yang lucu khas anak-anak. Tangisannya membuat saya merasa selalu dibutuhkan, senyumnya membuat lelah tiba-tiba menghilang, sungguh hadirnya membuat hari-hari saya lebih berwarna. Sepertinya hidup ini terasa cukup, dan tidak membutuhkan apa-apa lagi.

Tetapi saya tidak berada di negeri dongeng, saya manusia biasa yang harus menghadapi juga realita hidup dengan berbagai pilihannya. Ketika akhirnya saya memilih menjadi seorang Working Mom, itu bukanlah sebuah keputusan yang mudah. Naluri sebagai seorang ibu tidak bisa dibohongi, saya merindukan untuk bisa menjadi bunda yang setiap saat selalu ada buat Kanaya. Tetapi inilah kenyataan yang harus dihadapi, saya masih harus menjalani peran sebagai ibu pekerja setidaknya untuk saat ini karena suatu alasan yang tidak bisa diungkapkan disini.

Beberapa orang memandang sinis pilihan saya. Teman yang lain menyudutkan dengan kata-kata yang tajam, seorang ibu seharusnya berada di rumah bukan di kantor. Saya menanggapinya dengan senyum karena memang kalimat itu benar adanya, tetapi sekaligus juga dengan perasaan yang bergemuruh karena mereka tidak tahu bagaimana kondisi saya yang sebenarnya.

Menjadi ibu pekerja adalah pilihan yang berat buat saya, meskipun saya selalu berusaha ikhlas dalam menjalankannya. Tidak tahukah kawan, dada sering merasa sesak saat menahan tangis karena merindukan Kanaya. Kaki terasa berat saat pergi ke kantor diiringi tangis Kanaya yang tidak ingin bundanya pergi. Perasaan kadang diliputi keresahan yang dalam saat harus kembali ke kantor setelah cuti beberapa hari, padahal Kanaya belum sembuh dari sakit. Setiap pilihan ada konsekuensinya dan saya selalu berusaha sabar menjalani konsekuensi dari pilihan ini.

Saat ini, mungkin inilah pilihan yang terbaik yang harus saya jalani. Saya tidak ingin melakukannya karena sebuah keterpaksaan. Saya yakin, keikhlasan akan mengantarkan pada hasil akhir yang baik. Saya hanya perlu menata hati dan berdamai dengan perasaan saya sendiri.

Suatu saat, insya Allah, saya pasti akan bisa menikmati celoteh Kanaya sepanjang hari, dan menemani hari-hari Kanaya yang menakjubkan. Menjadi bunda yang selalu ada untuknya. Saya optimis takdir yang akan membawa saya pada harapan itu. Suatu hari nanti, semoga Kanaya membaca tulisan ini dan mengerti bahwa bundanya selalu punya banyak cinta untuknya meskipun untuk saat ini masih harus menjalani peran sebagai ibu pekerja. Cinta yang selalu tumbuh dan tumbuh terus, mengukir di hati dan menetap di jiwa, untuk putri cantik bunda, ….......Kanaya.

"Tulisan ini sebagai Inspirasi untuk Catatan Hati 10 Maret 2012 - @yankmira #1 Giveaway"



Hari Ibu : Cinta yang tak pernah usai

Kamis, 22 Desember 2011




Inilah 2 sosok yang sangat aku cintai, Ibuku dan anakku. Ibu adalah wanita yang penuh perjuangan mendidik dan membesarkanku dengan penuh cinta. Sekarang beliau memberikan juga cintanya yang tulus untuk puteri kecilku, Kanaya. Sebenarnya aku tidak ingin ibuku yang membantu mengasuh anakku saat aku bekerja, karena aku khawatir akan menyusahkannya, tapi beliau bersikeras ingin mencurahkan kasih sayangnya untuk cucunya ini. Bahkan beliau tidak ingin cucunya diasuh oleh orang lain.

Ibu, sampai kapanpun kasih sayang dan cintamu tak pernah usai, bahkan menurun hingga ke cucu...

Foto diambil saat ibuku membantu menjaga kanaya

Potret ini di ikut sertakan dalam Kontes Perempuan dan Aktivitas yang di  selenggarakan  oleh  Ibu Fauzan dan  Mama Olive




Mendongeng yuuuk.....

Kamis, 27 Oktober 2011

Semasa lajang, saya termasuk yang tidak suka dengan anak kecil. Di mata saya, anak kecil itu cuma bisa nangis dan ngompol. Berhubung, adik-adik saya cuma berjarak 2 tahun saja usianya, maka saya juga tidak pernah merasakan punya “ädik kecil” karena kami nyaris tumbuh bersamaan. Tetapi ketika berjilbab dan bergabung dalam komunitas orang-orang yang ingin memperbaiki diri, pandangan saya tentang anak kecil berubah drastis, tiba-tiba saya jadi pecinta anak-anak dan sangat tertarik dengan dunianya. Ditambah lagi Rasulullah, panutan saya, ternyata juga pecinta anak-anak kecil.

Ketika menikah, saya berharap Allah segera memberi saya keturunan, tapi ternyata Allah mengabulkannya setelah 4 tahun pernikahan. Dan sejak saat itu hari-hari saya selalu dipenuhi dengan segala hal tentang dunia anak. Ternyata tidak mudah ya, mendidik anak sendiri. Saya sempat khawatir bisa atau tidak ya saya mendidiknya dengan baik. Meskipun saya terbiasa dengan anak-anak karena pernah mengajar di TPA, tetapi tetap saja banyak lika liku yang harus dilalui.

Kanaya, putri kecil saya, sudah setahun sekarang. Aktif luar biasa dan selalu ingin tahu apa saja di sekelilingnya. Kadang kalau saya sudah kewalahan menuruti kemauannya memanjat rak buku, naik-naik ke meja dan merangkak keluar rumah, saya alihkan perhatiannya pada buku-buku dengan gambar penuh warna supaya dia tertarik. Sejak masih berumur 2 bulan Kanaya memang saya biasakan berinteraksi dengan buku, dan sekarang dia terlihat begitu mencintai buku-bukunya.

Setiap hari sepulang kerja, meskipun lelah, saya selalu berusaha meluangkan waktu untuk menceritakan isi beberapa buku pada Kanaya. Saya mendongeng disertai mimik wajah dan gerak tubuh. Misalnya saya sedang bercerita tentang kuda, maka saya melakukan gerakan seolah-olah saya sedang menaiki kuda, atau saya menggerakan tangan seperti mengepakkan sayap, ketika bercerita tentang burung. Bahkan kadang saya sampai merangkak menirukan gaya kucing berjalan. Hehehehe....... Sungguh, lepas segala penat ketika menyaksikan Kanaya tertawa terpingkal-pingkal atau menunjukkan mimik takjub ketika saya bercerita tentang sesuatu yang mengundang antusiasnya.


Yup... kegiatan baru saya sebagai orang tua adalah mendongeng. Sekarang saya tidak saja menceritakan isi buku tetapi saya juga harus mengarang cerita sendiri untuk memerankan tokoh pada empat boneka tangan milik Kanaya. Kadang saya harus bersembunyi di balik tembok sementara boneka-boneka tersebut berdialog. Saya sangat menikmati kegiatan ini dan sepertinya Kanaya juga mulai suka. Setiap saya pulang kerja, dan baru saja membuka pintu, Kanaya langsung menyodorkan buku untuk minta diceritakan atau menyodorkan boneka-boneka tangannya..

Suatu hari, ada teman Kanaya yang usianya sudah 3 tahun main ke rumah, Tiba-tiba Kanaya mengambil buku dan seperti bercerita kepada temannya tentang isi buku, persis seperti yang saya lakukan padanya. Semua mimik dan gerak saya ditirunya. Meskipun dengan suara yang kurang jelas, tapi saya faham dia sedang menirukan kegiatan mendongeng itu kepada temannya. Saya tidak dapat menahan diri untuk tertawa. Yaaah, ternyata memang anak adalah peniru yang hebat.

Mendidik anak, bukan perkara yang mudah, tetapi ternyata juga tidak terlalu sulit. Asalkan kita bisa sabar mengajarkan kebaikan dan memberi contoh yang baik, maka biasanya anak akan mudah menerima ajaran kita. Mendongeng adalah salah satunya. Melalui kegiatan mendongeng ini, dapat merangsang perkembangan bahasa anak, mengasah kreativitas, dan sebagai media menanamkan moral. Tentu kita ingin anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, karena itu,.... yuuuuk mulai mendongeng.

Tulisan ini diikut sertakan dalam give away nya Rumah Mauna dengan tema Anakku Sayang


Fathan, jagoan ciliknya bunda Mauna

Bunda Kanaya dapet hadiah

Senin, 17 Oktober 2011

Alhamdulillah yaah... hadiahnya sesuatu banget... halaah...


Pulang kerja, letih sangat, keringat bercucuran, lapar tingkat tinggi (lebayyy...) langsung sumringah melihat ada bungkusan coklat di atas meja. Kirain paket buku bantal punya Kanaya, eeeh ternyata tali asih dari mba orin. Yaaa.... bunda Kanaya dapet hadiah karena ikutan kontes di blognya mba orin. Awalnya enggak pede ikutan kontes karena ceritanya biasanya saja dan fotonya pun foto kurang cakep karena jilbab bunda sama baju sama sekali ga matching hihihihi. Waktu di RS jilbab ketinggalan, jadi pakai punya mbah Kanaya.

Setelah dipikir-pikir, kenapa enggak mencoba aja, menang enggak menang kan yang penting udah ikutan. Setelah  ketemu foto yang pas sesuai temanya Sweet Memories, tinggal bikin beberapa kalimat sebagai pelengkapnya. Yupp... jadilah Kenangan Indah di Bulan Oktober

Enggak disangka ternyata masuk kategori salah satu pemenang. Duuuh senangnya.... sekarang hadiah udah di tangan nih, sebuah buku berjudul Habibie dan Ainun plus sebuah sandal cantik. Kalo sandal udah dicoba buat wara wiri di dalam rumah, kalo Kanaya seperti biasa langsung  sandalnya digigitin. Duuuh nak... ini sandal.... bukan dodol. Bukunya masih diplastik, belum sempat di baca, tapi teman-temanku udah antri mau pinjam. Uuughhh... udah ga sabar pengen baca buku yang keren abiss ini. Makasih yaaa mba oriiin ....






Kenangan indah di bulan Oktober

Jumat, 09 September 2011


Selalu ada gerimis di hati setiap memandang foto ini. Yup inilah moment yang selalu aku rindukan selama 4 tahun lebih dan kini menjadi kenangan yang paling terindah. Tidak pernah menyangka akhirnya aku bisa merasakan menggendong seorang bayi mungil, mendekapnya erat, membelainya lembut dan menatapnya takjub seolah tak ingin henti. Hanya rasa syukur yang pantas keluar dari lisanku atas bahagia ini.

Teringat di tahun pertama pernikahan, semua orang bertanya kenapa aku belum hamil, kapan aku hamil, mengapa tidak juga hamil. Ahhhh.... hanya tangis tertahan dibalik senyumku menanggapi pertanyaan-pertanyaan itu. Sungguh hanya Allah kekuatanku saat itu, aku yakin Dia tidak tidur dan akan banyak hikmah tersimpan atas ujianku ini. Setahun, dua tahun terlewati aku berikhtiar berobat secara medis ke beberapa dokter kandungan dan juga pengobatan alternatif. Belum ada hasil, tetapi aku tidak ingin menyerah dan justru hal ini malah mempererat hubungan aku dan suami. Suamiku inilah yang selalu menyemangati aku apabila setiap bulan datang tamu bulanan. Dialah yang selalu menghibur dikala aku berkeluh kesah karena pertanyaan-pertanyaan yang membuat aku sedih dari orang-orang sekeliling. Allah memberiku ujian satu paket dengan penghiburnya, yaitu seorang suami yang baik.

Menjelang tahun ke empat pernikahan, seorang teman menyarankan aku berobat ke pengobatan alternatif yang lain. Sebenarnya aku agak enggan karena sudah mencoba ke beberapa kali pengobatan tapi tidak pernah membuahkan hasil. Tapi kali ini aku mencoba membangun kembali semangat yang sempat luruh. Yaaa.... semangat itu harus bangkit saat pengobatan yang aku jalani kali ini ternyata berbeda dengan pengobatan sebelumnya. Aku harus berangkat jam 3 pagi untuk dapat nomor antrian, di tambah lagi aku harus diet ketat makanan yang tidak berpengawet dan jajan di luar.

Pagi di bulan februari 2010, aku tidak menyadari ada perubahan pada tubuhku. Pun ketika tes peck bergaris dua pun aku masih santai saja. Aku tidak ingin terlalu tinggi berharap, khawatir takut kecewa lagi. Tetapi suami dan ibuku yang tahu hal ini langsung memaksaku untuk periksa ke dokter kandungan. Di ruangan itulah baru aku percaya, ternyata ada detak jantung di rahimku. Ya Allah.... aku seperti tak percaya, apakah ini saat yang Kau janjikan itu.....


Tak terasa 9 bulan berlalu aku melewati fase seperti ibu-ibu hamil lainnya. Muntah, mual, lelah dan sebagainya, tapi sungguh nikmatnya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Inilah saat paling menakjubkan dalam hidupku, menyadari ada mahluk yang hidup dalam tubuhku. Saatnya melahirkan, dedek bayi tak juga ingin keluar dari perutku, sedangkan air ketuban semakin menipis. Aku tidak punya pilihan selain Cesar. Apapun prosesnya aku hanya ingin segera memeluk anakku.

20 Oktober 2010, seorang Kanaya yang selalu aku rindukan selama 4 tahun, akhirnya ada dipelukku. Dialah malaikat kecilku yang akan mewarnai hari-hariku, yang akan memanggilku bunda, yang membutuhkan cinta dan kasih sayang dariku, yang akan menggenggam tanganku untuk meminta perlindungan, dialah anugerah terindah yang Allah berikan untukku, sebuah amanah yang tak akan kusia-siakan, yang akan aku didik untuk menjadi pribadi yang solehah hingga kelak akan memperkokoh barisan para mujahidah yang berjuang menegakkan kalimatullah di muka bumi ini. Alhamdulillah …. tiada kata yang pantas terucap dari bibirku kecuali kata syukur yang tak berbatas.

Kanaya Almira Hasna... betapa hidup bunda jadi lebih indah sejak hadirnya dirimu...


tulisan ini diikutsertakan dalam 1st Giveaway : The Sweetest Memories di blognya mba orin http://rindrianie.wordpress.com/2011/09/06/1st-giveaway-the-sweetest-memories/#comment-4823
maap ya mbak kalo kepanjangan, soale foto dan cerita ini yang emang bener2 The Sweetest Memories
hehehehe


Alhamdulillah.... ga sangka banget  bisa menang.... uughh senangnya.... baru pertama kali ikutan give away euy...  makasih mba orin...* peluuuuukkkk

http://rindrianie.wordpress.com/2011/09/19/and-the-winners-are/#comment-5206





my everything

my everything
kanaya almira hasna. Diberdayakan oleh Blogger.