Idul Adha sudah berlalu, tapi masih menyisakan cerita tentang Kanaya. Bunda baru sempat posting karena Kanaya kena demam, batuk dan pilek. Bunda sweeddiih lihat Kanaya layu, tapi tetep semangat koq menceritakan segala sesuatu tentang Kanaya. Posting di tanggal cantik niyy 11-11-2011. ^___*.... yuuuk di mulai ceritanya...
Jumat 4 November Bunda dapet laporan dari mbah, Kanaya diajak lihat Sapi dan kambing yang akan dikurbankan di hari ahad, di mesjid dekat rumah dan gak mau diajak pulang. Mbah merasa kewalahan sama kehebohan Kanaya, mungkin selama ini cuma lihat gambarnya di buku dan merasa takjub ketika melihat secara langsung wujud aslinya. Untungnya setelah dibujuk rayu, akhirnya mau juga diajak pulang, gak kebayang kan kalo harus nginep di mesjid gara-gara pengen liat Sapi dan kambing, hehehe
Hari Sabtu, Ayah dan bunda mau cari alamat ibu yang bisa pijat bayi di sekitar kampung sebelah untuk memijat Kanaya. Pas banget lewat mesjid dan ada kerumunan anak-anak yang sedang menonton beberapa Sapi dan Kambing yang akan dikurbankan esok hari. Mampir dulu deh, secara Kanaya juga udah heboh minta turun dari gendongan sambil ngomong moooo..... mbbeeekkk.... tangannya menunjuk-nunjuk hewan-hewan tersebut.
Kanaya tertawa-tawa senang melihat kambing sampai tiba-tiba salah satu kambing teriak mbbeeekkkk..... nyaring banget. Kanaya tampak kaget, diem sebentar dan....... menangis!!! Waaah, tadinya suka cita jadi duka lara deh.... dia pegangan kenceng banget ke tubuh bunda, mungkin enggak menyangka kalo kambing bisa juga mengeluarkan suara bariton. Hehehehe....
Karena Kanaya nangis akhirnya ayah ngajak pergi, tapi langsung tertahan saat ada salah satu kambing lepas dan tubuhnya masih terikat di pagar, jadi kambing itu lari dengan membawa – bawa pagar. Kanaya yang tadinya nangis jadi diam saat melihat ayah kewalahan mengejar-ngejar kambing itu. Alhamdulillah, setelah bersimbah keringat, kambing itu bisa tertangkap juga sama ayah... plok...plok....plok.... ayah hebat euuyy...
Ahad pagi, bunda pengen ngajak Kanaya sholat Idul Adha di mesjid dekat rumah. Awalnya sih ragu-ragu karena Kanaya ga bisa diem dan agak bosanan, khawatir di mesjid rewel malah gangguin orang. Tapi Ayah meyakinkan Bunda, Kanaya akan baik-baik saja. Ini adalah saat pertama Kanaya diajak sholat Id, saat sholat Idul Fitri beberapa bulan lalu bunda tidak ikut sholat.
Bismillah, dari malam udah siapin, makanan Kanaya, minuman dan bukunya supaya nanti dia lebih anteng. Biasanya Kanaya bangun saat subuh, tapi ahad ini sudah jam 5.45 malah terlihat nyenyak, bunda ga tega bangunin. Akhirnya nunggu sampai Kanaya bangun sekitar jam 6 lewat. Waduh, kalau sampai terlambat, bakalan ga kebagian tempat nih. Ritual pagi dilakukan secepat kilat, bunda mandiin Kanaya, ayah yang gantiin bajunya, sambil bunda ganti baju juga.
Hwwaaa.... sampai mesjid ternyata sudah penuh sampai ke halamannya. Tetangga yang sudah duluan dan dapat tempat, menyesalkan bunda yang tidak memesan tempat sebelumnya. Hihihi... kek di restoran aja yaks pesen tempat. Yo wes gpp lah, dapet di pinggir gerbang dekat pager mesjid, nyempil di tempat secuil. Kanaya yang baru saja bangun tidur ternyata belum sepenuhnya sadar ada di mana. Dia cuma celingak-celinguk sambil ngemil makannannya.

Tidak menungu lama, sholat akan dimulai, bunda bisikkan ke telinga Kanaya “Bunda mau sholat yaaaa, jangan nangis yaaa... “ Kanaya cuma senyam senyum saja. Baru saja takbir rokaat pertama Kanaya merangkak ke arah bunda dan berdiri memegang mukena bunda sambil bilang... bababababa.... daaaaa..... daaaaa... nyunyanyina daa baa.... trus liatin muka bunda terus. Duuuuh, konsentrasi buyar, karena khawatir dia jatuh. Rokaat kedua, Kanaya sudah tidak ngoceh lagi, tapi mulai merangkak menjauhi posisi bunda, sepertinya ada objek yang menarik perhatiannya. Hyyaaa... kok sholat bisa tauk anaknya merangkak kesana kemari? Jujur aja, itu sholat udah ga ada khusyunya sama sekali, karena mata sambil melirik Kanaya yang makin menjauh. Rokaat kedua selesai. Bunda langsung mengambil Kanaya yang lagi asyik ngambilin koran buat alas sholat ibu-ibu. Bunda minta maaf sama ibu-ibu yang sholatnya terganggu sama Kanaya. Minta ampun juga sama Allah, karena ga bisa konsentrasi penuh saat menghadapNYa.
Khutbah baru saja dimulai, dan Kanaya melihat anak-anak berkerumun di permainan ayunan di TK yang berada persis di samping mesjid. Tangannya menunjuk-nunjuk tempat itu sambil merengek. Dibujuk dengan cara apapun ga ada yang mempan, karena dia sepertinya ingin sekali naik ayunan tersebut. Hyyaa... daripada dia nangis dan mengganggu ibu-ibu yang lagi dengerin khutbah Idul Adha, mendingan bunda turuti saja deh kemauannya. Setelah terpenuhi keinginannya, langsung deh dia senyam senyum.... Bunda sampai keringetan ngikutin gerak Kanaya yang aktif ini. Pfffuhh....
Selesai sholat dan khutbah, jamaah mesjid bubar. Bunda mencari ayah yang ternyata lagi celingak-celinguk mencari bunda dan Kanaya. Duuuh anakku … Kanaya langsung dihujani ciuman ayah, gimana tadi sholatnya, enggak nangis kaan? Nangis enggak sih yah, tapi sukses bikin bunda ketar-ketir. *ngelapkeringetyangbercucuran....
 |
| telaaaaaatttttt................ |